Review Modus Anomali dr Raya Fahreza -
Sependapat dengan setiap kata di sini.
Garuda Indonesia kembali meraih penghargaan internasional
[video]
[video]
[video]
[video]
[video]
[video]
Masih belum diputuskan…
Kepikiran Oka Antara sih, atau Rio Dewanto gitu. Atau Robert Downey Jr. Juga boleh :)
Anyway, alasan saya memilih selebriti adalah karena kemudahan dalam mendapatkan foto. Dan kenapa saya cenderung memilih pria karena biasanya wajah mereka gak banyak diotak-atik. Kalau selebritis wanita gitu, kita gak belum tentu tau kan dia udah operasi apa aja. Kita juga gak tau seberapa banyak makeup mengubah wajah asli mereka.
Sekali lagi, yang mau iseng coba dibaca wajahnya juga boleh. Kirimkan foto closeup wajah dengan resolusi yg cukup bagus dan besar, dr angle depan dan samping. Email ke mayangdwia@gmail.com
Diutamakan foto yang menunjukkan daerah rambut, dahi, dan kuping secara jelas.
Oia, saya sih berharapnya bisa mempublish semua hasil analisis tadi di sini. Cheers! :)

Analisis ciri fisik:
Kesimpulan:
Benedict Cumberbatch adalah seorang yang cerdas, penuh kehati-hatian, dan bijaksana. Wawasannya luas dan pikirannya terbuka pada dunia. Ia seorang pemikir dan pemerhati. Kepada Benedict lah orang-orang akan meminta pendapat. Sayangnya ia membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengumpulkan informasi dan mengolahnya. Mungkin hal ini yang menjadikannya indecisive dan terkadang ragu dalam mengambil keputusan.
Ekspresif, mampu mengekspresikan pikirannya dengan baik, dapat membedakan antara persona pribadi dan citra di depan umum. Aktor jelas adalah pilihan karir yang tepat untuknya. Sangat artistik dan menyukai tantangan. Jiwanya ingin bebas.
Meskipun introvert, Benedict memiliki kemampuan berkomunikasi yang sangat baik. Ia dapat memberi dan menerima dengan seimbang, pun ditambah dengan selera humor yang tinggi. Ia senang berada dalam suatu komunitas dan bergaul di dalamnya. Keramahan dan kepribadiannya yang menyenangkan membuatnya masuk dalam jajaran orang-orang populer. Namun demikian ia suka mengkritik orang lain. Hal ini mungkin disebabkan oleh kecerdasan dan standarnya yang tinggi. Ia berbicara hanya sebatas topik dan langsung menuju sasaran. Tipe romantis yang juga posesif.
Gak cuma Tuhan yang ada dimana-mana. Sabrina juga. — @mayangdwia
Ya, saya sedang mempelajari teknik membaca wajah. Fisiognomi. Then suddenly I invented this game. Untuk membantu latihan sih. Berikutnya saya akan mencoba “membaca” karakter dan sifat orang berdasarkan wajah mereka. Untuk sementara mungkin cuma dari kalangan artis, biar gampang. Ya walaupun sebenernya agak percuma karena toh saya tidak mengenali satu pun sifat mereka. No problem, setidaknya mereka bisa jadi sarana latihan.
Sebenarnya saya sudah mencoba permainan ini ke beberapa orang terdekat, dan mereka menyatakan kepuasan dan akurasi yang cukup. Hahahaha. Biar bagaimanapun akan sangat butuh ketelitian dalam membaca masing-masing ciri.
Dia yang beruntung analisis wajahnya saya publish untuk pertama kalinya adalah…
Benedict Cumberbatch!!
Kalo kalian iseng pingin dibaca juga, silakan kirimkan gambar wajah close-up dari angle depan dan samping, diutamakan yang kelihatan rambut dan kuping secara jelas. No alay pic, please :P
kirim ke mayangdwia@gmail.com
ah, dan jika berkenan, hasil face-reading kalian akan saya posting ke tumblr ini :)
semoga berkenan :D

Setiap orang memiliki kisahnya masing-masing. Setiap orang memiliki cerita untuk dibagi. Siapa yang dapat menebak apa yang terjadi hari ini?
baru saja kemarin kita mendengar berita tentag Tsunami di Sumatera, sedangkan pada saat yang sama mungkin matahari sedang bersinar hangat di kutub Utara.
dari berita lah kita dapat mengetahui itu semua-atau kali ini saya akan menyebutnya cerita.
saya yakin ada banyak sekali peristiwa di muka dunia. Pun juka dialami orang yang berbeda akan menghasilkan reaksi yang berbeda pula.
Sebagian lantas dipublikasikan, disebarkan dari mulut ke mulut, atau dipendam begitu saja.
saya yakin kita memiliki pilihan. Pilihan untuk dapat bercerita atau tidak bercerita.
pilihan untuk dapat memilih pendengar dan pembaca.
ya, saya yakin setiap orang memiliki pendengar/pembaca masing-masing, katakanlah minimal dirinya sendiri.
saya pun yakin ini yang menjadi alasan sebuah novel memiliki genre tertentu, atau alasan mengapa suatu film memiliki lebih banyak penonton.
Pengkotak-kotakan? mungkin. Kepada kita bercerita mungkin didasarkan atas seberapa dekat hubungan kita dengan mereka.
atau kalau bagi saya dapat juga, berdasarkan bagaimana saya mengharapkan reaksi. Terdengar egois? Tidak juga.
bagaimanapun manusia cenderung untuk hanya mendengar apa yang ingin ia dengar.
jadi, kepada siapakah pencerita akan bercerita?
UNSOLVED PUZZLE
Oleh Mayang Dwi Astrini
Judulbuku : Bintang Bunting
Penulis : Valiant Budi
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman : 318halaman
Harga : Rp45.000
Don’t judge the book by its cover!
Itulah yang perlu saya katakan ketika akan membaca Bintang Bunting. Pemilihan judulnya mungkin akan membuat kita semua berpikir remeh, tapi ternyata tidak seenteng itu. Catchy? mungkin. Penuh intrik? Jelas! Di sanalah letak kejeniusan seorang Valiant. Berat, sekaligus ringan.
Diawali dengan guyonan khasnya, Valiant lantas memberikan prolog yang membuat kita mengernyit tegang. Adalah Audine yang hidupnya berubah sejak bertemu dengan Mada, seorang peramal. Ia menjadi tergantung dengan Sang Peramal. Suatu ketika, Mada memerintahkan Audine untuk pergi ke tempat baru, dengan suasana baru, dan orang-orang yang juga baru. Di sanalah semua teka-teki yang dari dulu menghantuinya terangkai satu per satu.
Mungkin kita bertanya-tanya, kemana Bintang? Bukannya dia lagi bunting? Itulah poinnya. Bintang Bunting benar-benar bisa membuat orang melongo ketika membacanya. Alur yang tak tertebak, konflik yang ruwet, tema yang tidak biasa, pun masih ditambah side story yang memungkinkan kita terkecoh berkali-kali. Tidak perlu repot-repot menebak, nikmati saja ketidaktahuan itu hingga titik koma terakhir. Misteri-misteri di dalamnya membuat kita tidak akan merasa cukup hanya dengan membaca satu kali. Itu kelebihannya, bukannya mencerahkan pembaca malah dibuat semakin gila dan bertanya-tanya tentang banyak hal. Tapi hey! Bukankah itu tandanya sebuah karya yang bagus? Dua kata yang terlintas di benak saya setelah selesai membacanya adalah: adiktif dan spektakuler! (atau harusnya tiga, ya?)
Satu hal yang menjadi pertanyaan terbesar saya, adakah Valiant sebenarnya mengalami semacam mental disorder hingga dapat menciptakan semua kekacauan ini? Jika di buku sebelumnya ia mengalami kesulitan memilih judul untuk Joker, jangan-jangan Bintang Bunting sudah menjadi judul bahkan sebelum ceritanya tersusun. Entahlah, mungkin Mada bisa menjawabnya.
“Selamat membaca dan selamat menjadi sinting!” itulah kalimat yang paling sering diungkapkan Valiant kepada pembacanya.Ya, saya resmi menjadi sinting karena Bintang Bunting.
