yang banyak diungkapkan di novel atau film
sering kan kia menjumpai tokoh utama yang punya langganan cafe favorit, tempatnya menghabiskan berjam-jam hanya sekedar untuk merenung, hang out bareng temen, atau bahkan bercanda ria dengan waiter? ya, bagian itu!
sudah lama sekali, saya membayangkan hal seperti itu. punya tepat nongkrong faorit, jadi pelanggan tetap yang ketika datang selalu disambut dan tidak perlu melihat buku menu karena sang pelayan sudah tahu akan saya akan memesan apa. sebenarnya saya sudah menemukan tempat yang tepat, sebuah coffee shop di dekat rumah yang tidak terlalu ramai disertai dengan fasilitas hotspot dan beberapa permainan populer. yang kurang hanya bagian selanjutnya: kedatangan yang disambut dan auto order.
agak bodoh juga sih karena mengharapkan hal tersebut padahal saya juga jarang ke sini, datang pun untuk kemudian tenggelam di hadapan laptop atau bahkan sekedar berlama-lama dengan internet. oh, poor me!
seharusnya saya duluan yang mulai menyapa waiter, ajak-ajak ngobrol, meningkatkan frekuensi kehadiran, dan tidak melulu terpaku dengan laptop. tapi sungguh, saya menikmati berada di tempat ini karena minimnya pengunjung. bukan berarti saya berharap kafe ini selalu sepi, hanya saja suasana yang tenteram seperti ini sangat sesuai dengan saya.
saya masih ingin berada dalam scene seperti di atas…