Resensi: Dear You
DEMIKIAN AKU MENYUDAHIMU
Oleh Mayang Dwi Astrini
Judul buku : Dear You
Penulis : Moammar Emka
Penerbit : Gagas Media
Jumlah halaman : 382 halaman
Harga : Rp 46.000
“Demi Apa? Demikian Aku Mencintaimu,” itulah tagline yang terdapat di sampul Dear You. Buku ini berkisah tentang perjalanan cinta seorang pria. Ya, saya yakin pria walau tidak dijelaskan seperti itu. Jatuh cinta-merindu-patah hati merupakan siklus yang tak terhindarkan bagi para pencinta, dan inilah yang dibahas secara puitis oleh Muammar Emka.
Ketika sedang jatuh cinta, kita mungkin mendadak bisa menjadi penyair syahdu nan mendayu-dayu, terpikat dengan kekuatan kata-kata layaknya sang pujangga. Nampaknya hal tersebut diketahui benar oleh sang penulis sehingga menyajikan Dear You dalam bentuk monolog. Meskipun tidak dibungkus dalam balutan cerita, kita tetap bisa membayangkan kisah cinta dengan plot lurus.
Buku ini dibuka dengan Pro-love yang sangat menarik, bahkan mungkin hingga membuat para pembacanya menyimpan ekspektasi yang tinggi terhadap halaman-halaman berikutnya. Tidak salah memang, personifikasi yang dipakai berhasil membuat pembaca bertanya-tanya. Tapi tunggu, sebaiknya tahan dulu ekspektasi itu jika tidak ingin kecewa di akhir.
Seperempat awal cerita memang menarik, kau mungkin belum pernah menemukan kekuatan dari monolog yang seketika dapat membuatmu hanyut ke dalamnya di buku-buku cinta yang lain. Pembaca akan digiring untuk mengingat-ingat kembali, atau mungkin sekedar membayangkan, sensasi awal jatuh cinta: kebingungan yang sangat, keraguan, keyakinan awal, dan mabuk kepayang. Kemudian dilanjutkan ke masa-masa merindu karena tidak bertemu, perjumpaan kembali yang mengharu-biru, serta sapaan malam dan pagi. Selebihnya? Anda akan dibawa menuju kelamnya perpisahan dan hancurnya hati.
Sangat disayangkan karena buku ini sebenarnya sudah memiliki warna yang berbeda, tapi gagal mempertahankannya hingga titik terakhir. Kejenuhan akan monolog-monolog puitis dan repetisi di beberapa bagian membuat pembaca mungkin ingin segera menutup buku ini. Untungnya, ada sedikit perubahan di tengah-tengah, seakan membawa angin segar sambil berbisik “Lihat? Kau perlu membuka hingga halaman terakhir!”
“Kenapa masih berdiri di depan pintu? Masuklah! Telah kusiapkan paket perjalanan ke Pulau Bahagia untuk tidurmu.”
Dear You memiliki segmentasi khusus, oleh karena itu hanya orang-orang tertentu yang dapat menikmatinya, pun hanya bagian-bagian tertentu yang sekianya mengena. Bagaimana untuk menjadikannya sebagai hadiah untuk kekasih anda? Mungkin ide yang bagus.
